√ 2 Biaya Operasi Kelenjar Getah Bening : Pasien Umum & BPJS

Biaya Operasi Kelenjar Getah Bening – Seperti yang kita ketahui, limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel limfosit. Saat ini, terdapat berbagai metode pengobatan yang dapat membantu mengendalikan penyakit ini, seperti kemoterapi dan radioterapi.

Selain metode-metode tersebut, operasi juga dapat menjadi pilihan dalam pengobatan kanker kelenjar getah bening. Namun, perlu diingat bahwa dalam banyak kasus, tindakan operasi ini biasanya dilakukan untuk melakukan diagnosis limfoma dan menentukan tingkat keparahannya.

Di Indonesia, saat ini prosedur operasi kelenjar getah bening sudah dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit. Namun, setiap rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia memiliki ketentuan harga atau tarif untuk layanan medis yang mereka berikan.

Oleh karena itu, jika Anda berencana menjalani operasi kelenjar getah bening di rumah sakit terdekat, disarankan untuk mencari informasi tentang biaya yang akan dikenakan. Untuk membantu Anda, pada kesempatan ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai biaya operasi kelenjar getah bening untuk pasien umum dan peserta BPJS.

Apa itu Kelenjar Getah Bening?

Sumber gambar: Liputan6.com

Kelenjar getah bening merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Faktor-faktor seperti infeksi dan penggunaan obat-obatan dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh dan terhubung melalui jaringan pembuluh getah bening. Beberapa area tubuh yang sering teraba dan dapat mengalami pembesaran adalah leher, bawah dagu, ketiak, dan sela paha.

Dr. Rochsismandoko, SpPD, KEMD, FINASIM, FACE, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik & Diabetes dari Primaya Hospital Tangerang, menjelaskan bahwa fungsi utama kelenjar getah bening adalah sebagai penyaring untuk mengenali dan melawan infeksi. Fungsi ini dijalankan oleh sel-sel limfosit B dan T. Sel-sel limfosit ini beredar dalam aliran darah dan melekat pada sel-sel target yang terinfeksi (antigen). Melekatnya sel-sel limfosit pada antigen ini merangsang respons kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang spesifik.

Gejala Kelenjar Getah Bening

Munculnya penyakit kanker kelenjar getah bening biasanya ditandai oleh berbagai gejala dan ciri-ciri. Pada tahap awal atau stadium satu, beberapa kondisi berikut dapat menjadi tanda-tanda dan gejala yang dapat dikenali:

  1. Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  2. Kelelahan yang berlangsung secara terus-menerus.
  3. Demam dan keringat berlebihan terutama pada malam hari.
  4. Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  5. Kulit terasa gatal-gatal.
  6. Batuk dan kesulitan bernapas.
  7. Perasaan kenyang di perut meskipun makan dalam jumlah sedikit.
  8. Pusing.
  9. Sakit kepala.
  10. Kejang.

Penting untuk diingat bahwa gejala ini dapat bervariasi antara individu, dan tidak semua gejala tersebut selalu terjadi. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat.

Penyebab Kelenjar Getah Bening

Seperti halnya penyakit lain pada umumnya, penyakit kanker kelenjar getah bening disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab kelenjar getah bening pada tubuh seseorang:

  1. Infeksi: Infeksi yang terjadi dalam tubuh dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa infeksi yang berhubungan dengan penyakit kelenjar getah bening antara lain mononukleosis infeksius dan infeksi virus Epstein-Barr.
  2. Gangguan sistem daya tahan tubuh: Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker kelenjar getah bening. Misalnya, pada individu dengan gangguan kekebalan seperti HIV/AIDS atau setelah transplantasi organ.
  3. Kanker: Kelenjar getah bening itu sendiri dapat mengalami pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak terkendali. Jenis kanker kelenjar getah bening yang umum adalah limfoma, yang terbagi menjadi Hodgkin dan non-Hodgkin.
  4. Efek samping obat tertentu: Dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat imunosupresan yang digunakan setelah transplantasi organ, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker kelenjar getah bening.

Penting untuk diingat bahwa faktor-faktor ini dapat berperan sebagai pemicu, tetapi setiap individu mungkin memiliki kombinasi faktor yang berbeda. Konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai penyebab kanker kelenjar getah bening pada situasi khusus.

Prosedur Operasi Kelenjar Getah Bening

Sumber gambar: KlikDokter

Selain mengetahui biaya operasi kelenjar getah bening, penting juga untuk memahami prosedur pelaksanaannya. Prosedur operasi pengangkatan kelenjar getah bening di rumah sakit dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya.

Umumnya, sebelum operasi dimulai, dokter akan memberikan obat anestesi atau bius kepada pasien. Berikut ini adalah beberapa jenis operasi yang sering digunakan dalam pengangkatan kanker kelenjar getah bening di rumah sakit di Indonesia.

  1. Biopsi: Operasi biopsi dilakukan untuk menentukan stadium kanker kelenjar getah bening. Terdapat beberapa jenis operasi biopsi yang umum dilakukan, antara lain operasi biopsi eksisi dan insisi.
  2. Laparotomi Eksplorasi: Prosedur operasi laparotomi eksplorasi digunakan untuk pasien limfoma yang memiliki tumor atau sel kanker di perut. Setelah membersihkan area perut dan memberikan bius, dokter akan membuat sayatan dan mengangkat tumor atau organ yang terkena kanker.
  3. Splenektomi: Operasi kelenjar getah bening splenektomi dilakukan dengan metode laparoskopi, di mana dokter membuat sayatan kecil untuk mengangkat limpa. Selama operasi, dokter menggunakan peralatan operasi khusus yang dikombinasikan dengan laparoskopi (tabung kecil dengan kamera dan senter).

Prosedur operasi ini dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan penyakitnya. Dokter yang merawat akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai prosedur operasi yang akan dilakukan dan memberikan panduan persiapan sebelum operasi dilaksanakan.

Biaya Operasi Kelenjar Getah Bening

Setelah memahami beberapa gejala, penyebab, dan prosedur pengangkatan kelenjar getah bening di rumah sakit, penting juga untuk mengetahui perkiraan biayanya. Saat ini, tarif operasi kelenjar getah bening ditentukan berdasarkan tingkat keparahannya.

Selain itu, jenis pasien juga mempengaruhi besaran tarif untuk layanan rumah sakit terkait. Berikut adalah pembahasan mengenai biaya operasi kelenjar getah bening di rumah sakit di seluruh Indonesia, baik untuk pasien umum maupun pasien BPJS.

Pasien Umum

Untuk pasien umum, biaya operasi kelenjar getah bening berkisar antara Rp 20.000.000 hingga Rp 50.000.000. Biaya tersebut umumnya belum termasuk obat-obatan dan lain sebagainya. Jika dibandingkan dengan tarif operasi pengangkatan lipoma, operasi kelenjar getah bening biasanya lebih mahal.

Pasien BPJS

Bagi pasien BPJS, mereka memiliki hak atas layanan operasi pengangkatan kelenjar getah bening tanpa biaya. Tindakan operasi ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Namun, pasien BPJS harus memenuhi persyaratan dan ketentuan tertentu untuk mendapatkan layanan tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa biaya operasi kelenjar getah bening dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti lokasi rumah sakit, kompleksitas kasus, dan lain-lain. Sebaiknya konsultasikan dengan rumah sakit terkait untuk informasi yang lebih akurat mengenai biaya operasi kelenjar getah bening sesuai situasi dan kebutuhan Anda.

Syarat Operasi Kelenjar Getah Bening BPJS

Sumber gambar: KlikDokter

Untuk memastikan seluruh biaya operasi ditanggung oleh BPJS Kesehatan, pasien perlu memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. Terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan: Pasien harus menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan status kepesertaan yang aktif.
  2. Kartu BPJS atau JKN-KIS yang masih aktif: Pasien harus memiliki kartu BPJS atau JKN-KIS yang masih berlaku dan tidak dalam status nonaktif.
  3. Tidak menunggak iuran: Pasien harus memastikan tidak ada tunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya.

Selain itu, pasien juga harus menjalani proses rujukan sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan di faskes tingkat pertama: Pasien harus melakukan pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas atau klinik.
  2. Surat rujukan: Pasien harus memperoleh surat rujukan dari dokter di faskes tingkat pertama untuk diberikan ke faskes tingkat lanjutan, yaitu rumah sakit.

Setelah memenuhi persyaratan tersebut, pasien akan diperiksa oleh dokter spesialis di rumah sakit. Jika diperlukan tindakan operasi, dokter akan membuat jadwal operasi. Pastikan pasien telah memiliki kartu pasien yang diberikan oleh rumah sakit sebagai identifikasi saat menjalani operasi.

Pastikan untuk selalu memeriksa persyaratan yang berlaku dan berkonsultasi langsung dengan BPJS Kesehatan atau rumah sakit terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci dan akurat mengenai prosedur dan persyaratan khusus.

Baca juga: Biaya Top Up ShopeePay di Alfamart : Minimal & Maksimal.

Efek Samping Operasi Kelenjar getah Bening

Meskipun operasi kelenjar getah bening di rumah sakit umumnya aman, tetap ada risiko efek samping yang mungkin terjadi pada pasien. Berikut adalah beberapa efek samping dan risiko yang mungkin timbul setelah menjalani operasi kelenjar getah bening di rumah sakit:

  1. Demam disertai menggigil.
  2. Pendarahan pada area bekas operasi.
  3. Rasa sakit dan nyeri pada area bekas operasi.
  4. Kesulitan bernapas.
  5. Sakit pada kaku, tangan, perut, atau kepala.
  6. Kesulitan buang air kecil.
  7. Urin yang berwarna merah, keruh, atau berbau tidak sedap.
  8. Diare atau sembelit yang tidak membaik dalam waktu 2 hari.

Penting untuk segera menghubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang mencurigakan atau memburuk setelah operasi kelenjar getah bening. Dokter akan memberikan perawatan dan penanganan yang sesuai untuk mengatasi efek samping tersebut.

Dalam kebanyakan kasus, risiko komplikasi setelah operasi kelenjar getah bening relatif rendah, tetapi tetap penting untuk memahami dan menyadari kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi. Diskusikan dengan dokter Anda sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalani operasi tersebut.

Baca juga: Biaya Tabungan BRI Syariah : Keuntungan, Jenis & Cara Buka.

Kesimpulan

Terima kasih atas informasi yang telah disampaikan oleh Biayaharga.com mengenai biaya operasi kelenjar getah bening di rumah sakit beserta prosedur pelaksanaannya, baik untuk pasien umum maupun BPJS. Informasi tersebut sangat berguna sebagai referensi bagi mereka yang berencana menjalani operasi kelenjar getah bening di rumah sakit terdekat.

Kami harap penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang gejala, penyebab, prosedur operasi, dan biaya yang terkait dengan operasi kelenjar getah bening. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan informasi tambahan, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, dan semoga semua pasien yang menjalani operasi kelenjar getah bening mendapatkan perawatan yang tepat dan pemulihan yang baik.

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.