√ 2 Biaya Operasi Sedot Lemak 2023 : Prosedur & Risiko

Biaya Operasi Sedot Lemak – Seperti namanya, sedot lemak atau liposuction adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk menghilangkan lemak yang tidak diinginkan dalam tubuh. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk mencapai bentuk tubuh yang ideal, tetapi kadang juga digunakan untuk pengobatan kondisi tertentu.

Secara umum, sedot lemak dapat digunakan untuk menghilangkan kelebihan lemak di berbagai bagian tubuh. Biasanya, pasien yang menjalani sedot lemak ingin menghilangkan lemak di area pipi, leher, bawah dagu, lengan atas, perut, paha, dan betis.

Di Indonesia, saat ini prosedur operasi sedot lemak dapat dilakukan di berbagai tempat, mulai dari rumah sakit hingga klinik-klinik khusus. Namun, setiap tempat pelayanan sedot lemak tersebut pasti memiliki ketentuan harga atau tarif untuk jasa yang mereka berikan.

Oleh karena itu, jika Anda berencana menjalani operasi sedot lemak, penting untuk mencari tahu terlebih dahulu berapa biayanya. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai biaya operasi sedot lemak beserta prosedurnya.

Fungsi Sedot Lemak

Sumber gambar: Plasthetic Clinic

Perlu diketahui, prosedur operasi sedot lemak pada dasarnya bertujuan untuk menghilangkan lemak di bawah kulit (lemak perifer), bukan lemak di sekitar organ dalam (lemak viseral). Oleh karena itu, operasi sedot lemak tidak direkomendasikan sebagai metode untuk menurunkan berat badan.

Untuk menjalani prosedur operasi sedot lemak, terdapat beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi. Pasien harus memiliki berat badan sekitar 30% di atas berat badan ideal. Selain itu, pasien juga harus memiliki kulit yang kencang dan elastis, tidak merokok, serta tidak menderita penyakit serius yang dapat mempengaruhi proses pemulihan.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai biaya operasi sedot lemak di rumah sakit atau klinik, penting untuk memahami beberapa fungsi utamanya. Beberapa fungsi atau manfaat dari menjalani operasi sedot lemak antara lain sebagai berikut:

  1. Memperbaiki bentuk tubuh dengan menghilangkan tumpukan lemak yang tidak dapat dihilangkan melalui diet atau olahraga.
  2. Meningkatkan fungsi seksual dengan mengurangi penumpukan lemak di bagian dalam paha, sehingga mempermudah penetrasi penis ke dalam vagina.
  3. Menghilangkan lemak di area dagu (double chin) atau untuk tujuan kosmetik lainnya.

Indikasi Sedot Lemak

Selain untuk tujuan yang telah disebutkan sebelumnya, prosedur operasi sedot lemak juga biasanya direkomendasikan oleh dokter kepada seseorang dengan beberapa indikasi khusus. Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, berikut ini beberapa indikasi di mana seseorang membutuhkan operasi sedot lemak.

  1. Axillary bromhidrosis: Ketika seseorang mengalami masalah bau badan yang disebabkan oleh interaksi antara kelenjar keringat dan bakteri di area ketiak.
  2. Axillary hyperhidrosis: Ketika terjadi produksi keringat yang berlebihan dari ketiak.
  3. Lipoma: Ketika seseorang memiliki benjolan lemak yang tumbuh di bawah kulit.
  4. Penyakit Madelung: Suatu kelainan yang ditandai dengan tumpukan lemak yang simetris di kedua sisi tubuh bagian atas, leher, lengan, dan tungkai, biasanya disebabkan oleh kelainan genetik.
  5. Pseudogynecomastia: Ketika laki-laki mengalami pembesaran payudara karena penumpukan lemak, bukan karena pembesaran kelenjar payudara.

Dalam kondisi-kondisi di atas, operasi sedot lemak dapat menjadi pilihan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan lemak yang berlebihan atau kelainan tertentu. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani operasi sedot lemak, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berkompeten dalam bidang ini.

Jenis Sedot Lemak

Sumber gambar: Lifestyle – Kompas.com

Saat menjalani operasi sedot lemak, biasanya tidak diperlukan rawat inap karena cukup dilakukan sebagai prosedur rawat jalan di klinik atau rumah sakit.

Berikut adalah beberapa teknik dan prosedur yang umum dilakukan dalam operasi sedot lemak:

  1. Sedot lemak dengan teknik Ultrasound: Teknik ini menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk membakar lemak di dalam tubuh sehingga memudahkan pengeluarannya. Metode ini diklaim dapat membantu lemak terbakar dan terlepas lebih cepat. Prosedur ini efektif dalam menghilangkan lemak di area seperti leher, perut bagian atas dan samping, serta lemak di punggung.
  2. Sedot lemak dengan teknik Laser: Prosedur ini menggunakan teknologi laser dengan energi rendah untuk menghancurkan dan melarutkan lemak, kemudian dikeluarkan melalui kanula kecil. Pasien mungkin tidak perlu diberikan obat penenang selama operasi. Umumnya, operasi ini tidak memerlukan rawat inap kecuali jika volume lemak yang diangkat sangat besar.
  3. Sedot lemak dengan teknik Tumescent: Ini adalah jenis prosedur sedot lemak yang paling umum dilakukan. Pada prosedur ini, ahli bedah akan menyuntikkan cairan anestesi yang mengandung epinefrin dan lidokain ke dalam jaringan lemak sebelum melakukan penghisapan lemak. Setelah itu, dokter akan membuat sayatan dan melakukan penghisapan lemak yang ada. Prosedur ini tidak memerlukan anestesi umum yang membuat pasien tertidur selama operasi.

Demikianlah beberapa teknik dan prosedur yang sering digunakan dalam operasi sedot lemak. Pemilihan teknik yang tepat akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan area yang akan diolah.

Kriteria Orang Yang Boleh Menjalani Sedot Lemak

Perlu ditekankan bahwa liposuction adalah prosedur medis untuk menghilangkan lemak, namun bukan merupakan metode pengobatan atau cara menurunkan berat badan bagi individu yang menderita obesitas.

Dengan demikian, tidak semua orang dapat menjalani tindakan ini. Berikut adalah kriteria orang yang memenuhi syarat untuk menjalani operasi sedot lemak:

  1. Memiliki berat badan yang berada dalam rentang ideal atau memiliki berat badan sekitar 30 persen lebih dari berat badan ideal.
  2. Memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik.
  3. Memiliki tumpukan lemak yang sulit dihilangkan melalui diet dan olahraga.
  4. Memiliki kondisi kulit yang elastis.
  5. Tidak merokok.

Kriteria-kriteria ini penting untuk dipertimbangkan guna memastikan keberhasilan operasi sedot lemak dan meminimalkan risiko yang terkait. Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi sedot lemak, konsultasikanlah dengan dokter yang berkompeten untuk mengevaluasi apakah Anda memenuhi persyaratan dan untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Prosedur Operasi Sedot Lemak

Selain mengetahui biaya operasi sedot lemak di rumah sakit atau klinik, penting juga untuk memahami prosedur pelaksanaannya. Pemilihan prosedur sedot lemak tergantung pada teknik yang digunakan dan jumlah lemak yang akan diangkat.

Biasanya, sehari sebelum operasi sedot lemak dilakukan, pasien akan menjalani tes darah dan urin untuk mengevaluasi risiko komplikasi selama operasi. Berikut ini adalah prosedur operasi sedot lemak yang perlu diperhatikan:

  1. Pemberian bius lokal atau umum sesuai dengan teknik yang dipilih dan jumlah lemak yang akan diangkat.
  2. Dokter akan memecah lemak menggunakan larutan tumescent, gelombang suara, atau laser.
  3. Dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan selang ke dalam kulit yang mengandung lemak, kemudian menghisap lemak menggunakan pompa khusus atau jarum suntik berukuran besar.
  4. Jika diperlukan, dokter membuat beberapa tusukan tambahan di kulit untuk mengangkat lemak pada area yang lebih luas.
  5. Dokter menggunakan alat sedot lemak dari berbagai arah atau sudut yang berbeda untuk mengoptimalkan pengangkatan lemak.
  6. Selang kecil dapat dipasang di area yang telah mengalami pengangkatan lemak untuk mengeluarkan cairan dan darah yang terkumpul dalam beberapa hari setelah prosedur.
  7. Sayatan ditutup dengan jahitan.
  8. Proses operasi sedot lemak biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 3 jam, tergantung pada teknik yang digunakan. Pasien biasanya harus menjalani rawat inap selama 1 malam setelah operasi.

Prosedur ini memberikan gambaran umum tentang bagaimana operasi sedot lemak dilakukan. Namun, setiap kasus dapat memiliki variasi dan persyaratan khusus. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang berkompeten dan mempercayai petunjuk mereka selama proses ini.

Biaya Operasi Sedot Lemak

Sumber gambar: Korean PPS

Setelah memahami fungsi, indikasi, dan prosedur operasi sedot lemak, mari kita bahas tentang biayanya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biaya operasi sedot lemak dapat bervariasi secara signifikan, baik di klinik maupun rumah sakit.

Di Indonesia, biaya operasi sedot lemak berkisar antara Rp 40.000.000 hingga lebih dari Rp 70.000.000. Jika dibandingkan dengan biaya operasi penghilangan kantung mata, biaya operasi sedot lemak umumnya lebih tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa disarankan untuk menyediakan anggaran tambahan sekitar 20% hingga 30% dari total estimasi biaya di atas untuk keperluan yang tidak terduga. Selain itu, biaya operasi sedot lemak juga dapat lebih tinggi jika dilakukan di luar negeri.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau pihak klinik/rumah sakit terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai biaya operasi sedot lemak dan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi biaya tersebut.

Baca juga: Biaya Tes Fungsi Ginjal di Prodia (Prosedur & Efek Samping).

Risiko Operasi Sedot Lemak

Di atas telah dijelaskan secara rinci mengenai biaya operasi sedot lemak di klinik dan rumah sakit di Indonesia beserta prosedur pelaksanaannya. Meskipun operasi sedot lemak merupakan prosedur yang relatif aman, tetap terdapat beberapa efek samping atau risiko yang dapat terjadi pada pasien. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul:

  1. Pendarahan: Terjadinya perdarahan selama atau setelah operasi sedot lemak.
  2. Permukaan kulit tidak rata: Adanya ketidakrataan pada permukaan kulit setelah prosedur sedot lemak.
  3. Reaksi alergi terhadap bius: Kemungkinan timbulnya reaksi alergi terhadap obat bius yang digunakan selama operasi.
  4. Infeksi bakteri Streptococcus atau Staphylococcus: Risiko terjadinya infeksi bakteri seperti Streptococcus atau Staphylococcus setelah operasi.
  5. Kerusakan saraf, pembuluh darah, atau organ dalam: Kemungkinan terjadinya kerusakan pada saraf, pembuluh darah, atau organ dalam akibat prosedur operasi sedot lemak.
  6. Mati rasa dan perubahan warna kulit: Daerah yang mengalami pengangkatan lemak dapat mengalami mati rasa atau perubahan warna kulit.
  7. Emboli lemak: Terbentuknya gumpalan lemak yang masuk ke dalam pembuluh darah.
  8. Terbentuknya kantong cairan di bawah kulit: Adanya pembentukan kantong berisi cairan di bawah kulit setelah operasi sedot lemak.

Perlu dicatat bahwa efek samping ini dapat bervariasi antara satu pasien dengan pasien lainnya. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman sebelum menjalani operasi sedot lemak untuk memahami risiko dan manfaat yang terkait dengan prosedur ini.

Baca juga: Biaya Pasang Kateter Urine : Prosedur & Efek Samping.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Biayaharga.com mengenai biaya dan tarif terkait dengan operasi sedot lemak di klinik dan rumah sakit di Indonesia, serta prosedur pelaksanaannya. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi bagi Anda jika Anda berencana menjalani operasi sedot lemak.

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.