√ 2 Biaya Pap Smear di Cito 2023 : Pasien Umum & BPJS

Biaya Pap Smear di Cito – Sebagian besar dari Anda, terutama para wanita, mungkin sudah familiar dengan istilah pap smear. Pap smear merupakan tes yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks, yang juga dikenal sebagai kanker leher rahim.

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel sel-sel jaringan dari serviks (leher rahim), yang kemudian akan dianalisis oleh petugas laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan memberikan penjelasan apakah terdapat perkembangan sel-sel yang abnormal atau tidak.

Di Indonesia, saat ini telah tersedia berbagai tempat pelayanan kesehatan yang menyediakan pemeriksaan pap smear, termasuk di Klinik Laboratorium Cito. Setiap cabang Klinik Lab Cito memiliki kebijakan tarif atau harga jasa pelayanan yang berbeda.

Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk melakukan pemeriksaan pap smear di Klinik Lab Cito terdekat, disarankan untuk mencari informasi tentang besaran biayanya terlebih dahulu. Untuk membantu Anda, kali ini kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai biaya pap smear di Cito beserta prosedur pemeriksaannya.

Tujuan Pap Smear

Sumber gambar: KlikDokter

Sebelum membahas secara rinci tentang biaya pap smear di Klinik Laboratorium Cito, alangkah baiknya kita memahami pengertiannya secara singkat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks pada tahap awal.

Umumnya, pap smear dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul atau tes virus human papillomavirus (HPV). Wanita disarankan untuk menjalani pap smear setiap dua tahun setelah mencapai usia 21 tahun atau lebih.

Namun, setelah usia 30 tahun, frekuensi pap smear sebenarnya dapat dikurangi menjadi 3 atau bahkan 4 tahun sekali. Penting diingat bahwa pap smear juga sangat dianjurkan bagi mereka yang mengalami gejala tertentu atau memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks.

Siapa yang Membutuhkan Tes Pap Smear dan Kapan Waktu yang Tepat?

Wanita yang telah aktif secara seksual, baik dalam ikatan pernikahan maupun belum, disarankan untuk menjalani tes pap smear secara rutin.

Sementara itu, bagi mereka yang belum pernah berhubungan seksual dan belum menikah, tidak perlu melakukan tes pap smear. Risiko tertular infeksi HPV pada wanita dengan status tersebut sangat rendah.

Namun, jika Anda memiliki kebiasaan merokok, memiliki faktor risiko penyakit keturunan tertentu, atau terpapar diethylstilbestrol (DES) saat masih dalam kandungan, maka risiko terkena kanker serviks akan meningkat selain risiko infeksi HPV.

Secara umum, tes pap smear harus dilakukan oleh semua wanita yang telah aktif secara seksual, terlepas dari usia atau kondisi tertentu.

Meskipun tidak perlu dilakukan setiap tahun, wanita dengan hasil pap smear yang menunjukkan kelainan sebaiknya melakukan tes ini kembali setelah 6 bulan atau 1 tahun dari tes sebelumnya.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi di mana wanita wajib menjalani pap smear dan frekuensi yang dianjurkan:

  1. Usia 21 tahun ke atas:
    • Tes pap smear dianjurkan dilakukan setiap tiga tahun bagi wanita berusia 21 tahun ke atas, baik yang sudah menjalani vaksin HPV maupun belum.
  2. Usia 21-29 tahun:
    • Wanita berusia 21-29 tahun sebaiknya menjalani tes pap smear setiap tiga tahun.
    • Pemeriksaan HPV tidak diperlukan kecuali hasil pap smear menunjukkan kelainan.
  3. Usia 30 tahun ke atas:
    • Wanita berusia 30 tahun ke atas disarankan menjalani tes pap smear setiap lima tahun bersamaan dengan tes HPV hingga usia 65 tahun.
    • Pap smear saja dapat dilakukan setiap tiga tahun untuk wanita berusia 30-65 tahun, selama hasil tes menunjukkan normal.
  4. Usia 65 tahun ke atas:
    • Bagi wanita berusia 65 tahun ke atas yang telah menjalani pap smear selama 10 tahun terakhir dengan hasil normal, dapat berhenti melakukan tes ini karena tidak diperlukan lagi.
  5. Sistem kekebalan tubuh yang lemah:
    • Bagi wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena HIV/AIDS atau penggunaan obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), disarankan untuk menjalani tes pap smear sesuai dengan rekomendasi dokter.
  6. Pernah menjalani histerektomi total:
    • Wanita yang telah menjalani histerektomi total atau pengangkatan rahim dan serviks, tidak perlu menjalani pap smear.
  7. Pernah terdiagnosis dengan kondisi pra-kanker:
    • Bagi mereka yang pernah terdiagnosis dengan kondisi pra-kanker, disarankan untuk melanjutkan pap smear setidaknya selama 20 tahun sejak terdeteksi pertama kali, bahkan setelah mencapai usia 65 tahun.

Untuk memahami dengan lebih jelas kapan sebaiknya menjalani tes pap smear, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Persiapan Pap Smear

Sebagai persiapan menjalani tes pap smear, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut adalah syarat-syarat melakukan pap smear dan informasi lain yang penting untuk diketahui:

  1. Hindari hubungan seksual dan membersihkan vagina selama 2-3 hari sebelum tes pap smear.
  2. Disarankan untuk melakukan tes ini pada hari ke-5 setelah haid atau pada hari ke-10 dan ke-20 setelah hari pertama haid.
  3. Jangan berendam sebelum menjalani tes pap smear.
  4. Sampaikan semua gangguan yang dialami sebelum tes kepada petugas. Misalnya, keputihan, rasa sakit, gatal-gatal, atau panas pada area tersebut.
  5. Hindari penggunaan kontrasepsi khusus untuk wanita sebelum tes pap smear.
  6. Jauhkan penggunaan obat-obatan vagina sebelum tes pap smear.
  7. Pastikan untuk buang air kecil sebelum menjalani pap smear.
  8. Tes ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit.
  9. Hasil pap smear baru akan diketahui setelah beberapa hari pemeriksaan.
  10. Jika hasil pap smear positif, belum tentu berarti kamu menderita kanker. Bisa jadi terjadi peradangan atau perubahan sel kecil (displasia). Untuk memastikannya, mungkin diperlukan beberapa tes tambahan.

Pastikan untuk mengikuti persyaratan dan petunjuk yang diberikan oleh dokter atau petugas medis yang melakukan tes pap smear untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat diinterpretasikan dengan baik.

Prosedur Pap Smear di Cito

Selain mengetahui biaya pap smear di Klinik Laboratorium Cito, penting bagi Anda untuk memahami prosedur pemeriksaannya. Secara garis besar, prosedur pap smear di Klinik Lab Cito hampir sama dengan pap smear di Prodia. Untuk penjelasan yang lebih jelas, berikut ini adalah tahapannya:

  1. Pertama-tama, pasien diminta untuk melepas pakaian bagian bawah.
  2. Kemudian, pasien diminta berbaring di atas meja dengan posisi lutut ditekuk dan paha terbuka.
  3. Setelah itu, dokter akan memasukkan spekulum yang berbentuk seperti cocor bebek ke dalam alat kelamin pasien.
  4. Selanjutnya, dokter akan mengambil sampel jaringan di leher rahim menggunakan sikat, spatula, atau keduanya.
  5. Setelah mendapatkan sampelnya, dokter akan menyimpannya dalam wadah khusus dan memeriksanya di laboratorium.
  6. Secara umum, prosedur pemeriksaan pap smear di Klinik Laboratorium Cito biasanya memakan waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Selama periode tersebut, pasien akan diminta untuk menunggu hingga hasil pemeriksaan pap smear dari laboratorium Cito tersedia.

Biaya Pap Smear di Cito

Sumber gambar: Lifestyle – Kompas.com

Setelah memahami secara umum tentang pengertian dan prosedur pap smear di Klinik Lab Cito, kita dapat membahas tarif atau biaya jasa pelayanannya. Biaya pap smear di Klinik Lab Cito sebenarnya hampir sama dengan tarif pap smear di Kimia Farma, yaitu sekitar Rp 300.000 hingga Rp 600.000.

Sebagai informasi tambahan, layanan pap smear di Klinik Lab Cito juga tersedia untuk peserta aktif JKN-KIS BPJS Kesehatan. Artinya, peserta BPJS Kesehatan berhak melakukan pemeriksaan pap smear secara gratis di Klinik Cito tanpa dikenakan biaya administrasi.

Namun, setiap pasien BPJS Kesehatan tersebut harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan dari Klinik Lab Cito agar dapat memperoleh fasilitas gratis tersebut. Berikut adalah beberapa syarat dan ketentuan untuk menjalani pap smear secara gratis menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan di Klinik Cito:

  1. Peserta JKN-KIS aktif.
  2. Wanita, baik sudah menikah maupun pernah menikah.
  3. Usia antara 30 hingga 50 tahun.
  4. Menunjukkan kartu peserta asli dan fotokopi, atau KIS digital.
  5. Membawa surat pengantar pemeriksaan pap smear dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
  6. Belum pernah menjalani pemeriksaan IVA/pap smear dari program pemerintah sebelumnya.
  7. Jika hasilnya positif, pasien dapat menjalani pap smear setiap tahun.
  8. Jika hasilnya negatif, pasien dapat menjalani pap smear setiap tiga tahun.
  9. Tidak sedang dalam periode menstruasi (minimal 7 hari setelah menstruasi).
  10. Tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  11. Tidak melakukan hubungan seksual dalam 2×24 jam sebelum pemeriksaan pap smear dilakukan.
  12. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium Klinik Cito.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Pap Smear Positif?

Jika hasil pap smear positif, itu tidak selalu berarti bahwa kamu terkena kanker serviks. Hasil positif menunjukkan adanya pertumbuhan sel yang abnormal, meskipun belum tentu berkembang menjadi kanker.

Biasanya, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode kolposkopi. Kolposkopi adalah pemeriksaan pada jaringan leher rahim, vulva, dan vagina menggunakan alat khusus yang disebut kolposkop, yang berfungsi sebagai pembesar.

Dokter akan mengambil sampel dari jaringan yang dianggap abnormal untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Perlu diingat bahwa hasil pap smear tidak selalu akurat dan kadang-kadang dapat memberikan hasil negatif palsu. Hal ini dapat disebabkan oleh pengambilan sampel sel serviks yang kurang memadai atau karena sel-sel abnormal tersembunyi di antara sel-sel normal.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti saran serta tindakan yang direkomendasikan oleh doktermu.

Tetaplah waspada dan menjaga kebersihan area organ intim dengan baik.

Efek Samping setelah Pap Smear

Tidak ada efek samping berbahaya yang umum terjadi setelah prosedur ini. Beberapa kasus menunjukkan adanya efek samping berupa pendarahan ringan setelah prosedur ini, namun kejadian tersebut juga sangat jarang.

Jika Anda mengalami gejala yang terus memburuk, disarankan untuk berkonsultasi kembali dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Biaya MRI Tulang Belakang : Pasien Umum & BPJS.

Tips Menjalani Pap Smear di Cito

Sumber gambar: NewFemme

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan dengan lengkap mengenai biaya pap smear di semua cabang Klinik Lab Cito, baik untuk pasien umum maupun peserta BPJS. Untuk memastikan proses pap smear di Klinik Cito berjalan lancar, berikut adalah beberapa tips yang perlu diikuti:

  1. Tentukan jadwal tes sesuai rekomendasi dari dokter yang bersangkutan.
  2. Hindari melakukan pap smear saat sedang menstruasi.
  3. Hindari hubungan intim sebelum menjalani pemeriksaan pap smear.
  4. Jika sedang mengalami peradangan di leher rahim, tunggu hingga kondisi tersebut sembuh.
  5. Bagi ibu hamil, pap smear dapat dilakukan hingga usia kehamilan mencapai 24 minggu.
  6. Untuk wanita yang baru melahirkan, pap smear dapat dilakukan setelah 12 minggu melahirkan.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, diharapkan proses pap smear di Klinik Cito dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang akurat.

Baca juga: Biaya Les Bahasa Inggris di LIA Semua Cabang.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Biayaharga.com mengenai biaya pap smear di semua cabang Klinik Cito, lengkap dengan syarat, prosedur, dan tips menjalani pap smear baik untuk pasien umum maupun peserta BPJS. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi yang berguna saat Anda hendak melakukan pap smear di Klinik Lab Cito terdekat.

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.