√ Biaya Medical Check Up di Puskesmas 2023 : Manfaat & Tips

Biaya Medical Check Up di Puskesmas – Sebagai langkah pencegahan, sangat penting untuk menjalani medical check-up atau pemeriksaan kesehatan secara berkala. Medical check-up berguna untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh dan mendeteksi penyakit sejak dini.

Dengan menjalani medical check-up secara rutin, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan secara lebih komprehensif. Penyakit yang terdeteksi lebih awal akan memungkinkan penanganan medis yang lebih cepat dan efektif. Dengan kata lain, menjalani medical check-up memiliki manfaat besar dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Di Indonesia, medical check-up (MCU) dapat dilakukan di berbagai pusat pelayanan kesehatan, termasuk di puskesmas. Meskipun MCU dilakukan untuk tujuan kesehatan, biaya pemeriksaan tersebut tidak akan ditanggung oleh BPJS sehingga pasien perlu membayar tarif atau biaya jasa pelayanan yang diberikan.

Jika Anda berencana melakukan MCU di puskesmas, penting untuk mengetahui besaran biaya yang akan dikenakan. Berikut ini kami akan menjelaskan secara lengkap rincian biaya MCU di puskesmas beserta jenis-jenis pemeriksaannya.

Apa Itu Medical Check Up?

Sumber gambar: Generali Indonesia

Medical check-up adalah suatu prosedur kesehatan yang umum dilakukan dengan berbagai tujuan, seperti pemeriksaan rutin, keperluan pekerjaan, visa, pra nikah, dan lain sebagainya.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mencegah kondisi medis yang tidak terdeteksi. Melalui pemeriksaan ini, seseorang dapat lebih memahami kondisi tubuh secara keseluruhan.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan dapat menjadi acuan bagi dokter untuk mendiagnosis kondisi atau memberikan metode pengobatan yang sesuai jika diperlukan.

Secara keseluruhan, tujuan dari melakukan pemeriksaan kesehatan adalah untuk mencegah terjadinya kondisi medis serius yang tidak diinginkan dan mendeteksinya sedini mungkin.

Manfaat Medical Check Up

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menjalani medical check-up di puskesmas memiliki manfaat yang beragam bagi seseorang. Berikut adalah beberapa manfaat penting dari medical check-up:

  1. Mengetahui kondisi dan status kesehatan: Medical check-up membantu dalam mengetahui kondisi kesehatan saat ini. Dengan hasil pemeriksaan, seseorang dapat mengetahui apakah ada kelainan atau masalah kesehatan yang perlu ditangani.
  2. Deteksi penyakit tanpa gejala: Terkadang, penyakit dapat berkembang tanpa adanya gejala yang jelas. Melalui medical check-up, penyakit-penyakit tersebut dapat dideteksi sejak dini sebelum mereka menimbulkan masalah yang lebih serius.
  3. Mengetahui risiko penyakit di masa depan: Medical check-up juga membantu dalam menilai risiko seseorang terkena penyakit tertentu di masa depan. Dengan mengetahui faktor risiko, seseorang dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko tersebut.
  4. Mendorong gaya hidup sehat: Hasil medical check-up dapat memberikan motivasi kepada seseorang untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Dengan mengetahui kondisi kesehatan mereka, seseorang dapat memperhatikan aspek-aspek seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan hidup lainnya untuk menjaga kesehatan yang optimal.
  5. Memastikan kondisi kesehatan sebelum pengobatan: Medical check-up penting sebelum menjalani pengobatan tertentu. Dengan mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh, dokter dapat memastikan bahwa pasien dalam kondisi yang baik untuk menerima pengobatan yang direkomendasikan.

Melalui medical check-up di puskesmas, seseorang dapat memperoleh informasi penting tentang kesehatannya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dengan baik.

Jenis Pemeriksaan Medical Check Up di Puskesmas

Sumber gambar: Generali Indonesia

Sebelum membahas biaya medical check-up di puskesmas lebih lanjut, penting untuk memahami beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan. Biasanya, sebelum melakukan pemeriksaan MCU, dokter akan menanyakan beberapa informasi kepada pasien.

Beberapa informasi tersebut meliputi keluhan medis, riwayat penyakit, riwayat pengobatan sebelumnya, dan gaya hidup pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan kesehatan seperti berikut:

  1. Pemeriksaan Umum: Pemeriksaan umum meliputi pemeriksaan fisik dada, perut, dan bagian-bagian vital lainnya.
  2. Tekanan Darah: Pemeriksaan tekanan darah dilakukan untuk menentukan apakah tekanan darah pasien dalam kisaran normal, tinggi (hipertensi), atau rendah (hipotensi). Tekanan darah normal pada orang dewasa biasanya sekitar 120/80 mmHg.
  3. Suhu Tubuh: Suhu tubuh normal manusia biasanya berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Namun, suhu tubuh seseorang dapat sedikit lebih rendah atau lebih tinggi tergantung pada aktivitas dan paparan suhu lingkungan.
  4. Detak Jantung: Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi detak jantung pasien. Detak jantung normal rata-rata berkisar antara 60 hingga 100 denyut per menit. Namun, beberapa kasus memiliki detak jantung di bawah 60 tetapi masih dianggap normal, terutama pada atlet atau orang yang berolahraga secara rutin.
  5. Laju Pernapasan: Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi laju pernapasan pasien. Laju pernapasan normal bagi orang dewasa sehat biasanya sekitar 16 hingga 20 napas per menit. Jika laju pernapasan melebihi 20 kali per menit, mungkin ada gangguan pada paru-paru atau jantung.

Selain itu, puskesmas juga melakukan pemeriksaan lainnya dalam medical check-up, seperti pemeriksaan mata dan penglihatan, pendengaran, gigi, ginjal, saluran kemih, serta pemeriksaan anggota gerak dan saraf.

Biaya Medical Check Up di Puskesmas

Sumber gambar: Zurich

Setelah mengetahui manfaat dan jenis pemeriksaan medical check-up di puskesmas, penting untuk memahami besaran biaya atau tarif jasa pelayanannya. Perlu diketahui bahwa biaya medical check-up di puskesmas umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan medical check-up di Klinik Laboratorium Prodia.

Hal ini karena jenis pemeriksaan yang dilakukan di puskesmas tidak sekomprehensif di Klinik Laboratorium Prodia. Umumnya, puskesmas di Indonesia menetapkan biaya medical check-up mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000 untuk pemeriksaan yang lebih lengkap.

Selain itu, pasien juga perlu membayar biaya pendaftaran dengan kisaran sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Penting untuk diingat bahwa biaya tersebut tidak akan ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta BPJS tidak dapat menggunakan fasilitas ini secara gratis.

Harga dan biaya medical check-up di puskesmas dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan kebijakan masing-masing puskesmas. Disarankan untuk menghubungi puskesmas terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai besaran biaya dan jenis pemeriksaan yang tersedia.

Baca juga: Biaya Operasi Mata Juling : Pasien Umum & BPJS.

Tips Sebelum Medical Check Up di Puskesmas

Sebelum menjalani medical check-up di puskesmas, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kelancaran kegiatan tersebut:

  1. Cukupi istirahat dan tidur: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum melakukan medical check-up untuk memastikan tubuh Anda dalam kondisi yang baik.
  2. Rutin meminum air putih: Jaga kecukupan cairan tubuh dengan meminum air putih secara teratur sebelum menjalani medical check-up.
  3. Jangan minum obat-obatan: Hindari mengonsumsi obat-obatan sebelum medical check-up kecuali jika ada instruksi khusus dari dokter. Hal ini akan membantu memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat.
  4. Hindari merokok: Sebaiknya hindari merokok sebelum medical check-up. Merokok dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan tertentu dan memberikan informasi yang tidak akurat tentang kondisi kesehatan Anda.
  5. Minum air kelapa muda: Air kelapa muda dapat membantu menjaga hidrasi tubuh dan memberikan nutrisi penting sebelum menjalani medical check-up.
  6. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan: Makan makanan yang sehat dan bergizi seperti sayur dan buah-buahan untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.
  7. Hindari makanan berlemak atau mengandung kolesterol tinggi: Sebaiknya hindari makanan berlemak atau mengandung kolesterol tinggi sebelum medical check-up untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih akurat.
  8. Minum jus temulawak: Jus temulawak dapat memiliki manfaat antioksidan dan antiinflamasi, tetapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
  9. Melakukan olahraga ringan: Lakukan olahraga ringan sebelum medical check-up untuk meningkatkan sirkulasi darah dan merasa lebih segar.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan medical check-up di puskesmas dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang lebih akurat.

Penyebab Gagal Tes Medical Check Up

Penyebab gagal tes medical check-up dalam proses perekrutan pekerjaan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi kesehatan calon karyawan. Beberapa penyakit atau kondisi tertentu dapat menjadi alasan untuk tidak lolos dalam tes ini, antara lain:

  1. Kusta dan penyakit kulit lainnya: Kondisi kulit yang menular atau memiliki risiko penularan dapat menjadi penyebab gagal tes.
  2. Hepatitis B dan Hepatitis C: Infeksi virus hepatitis B atau C yang aktif dapat menghambat kelulusan tes medis.
  3. Gagal jantung kronis: Kondisi gagal jantung yang parah dan memerlukan perawatan intensif dapat menjadi penyebab ketidaklulusan.
  4. Penyakit jantung: Riwayat penyakit jantung yang serius atau risiko tinggi terhadap penyakit jantung dapat menjadi alasan untuk tidak lolos tes.
  5. Diabetes dan kolesterol tinggi: Kondisi diabetes yang tidak terkontrol atau tingkat kolesterol tinggi yang berbahaya dapat mempengaruhi hasil tes medis.
  6. Buta warna: Ketidakmampuan untuk membedakan warna dengan benar dapat menjadi hambatan dalam beberapa jenis pekerjaan.
  7. Kanker: Pada beberapa kasus, keberadaan kanker aktif atau risiko tinggi terhadap kanker tertentu dapat menghambat kelulusan tes.
  8. Riwayat epilepsi: Riwayat epilepsi yang tidak terkontrol atau sering mengalami kejang dapat mempengaruhi hasil tes medis.
  9. Hipertensi atau tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau risiko komplikasi jantung dapat menjadi faktor ketidaklulusan.
  10. HIV/AIDS: Keberadaan infeksi HIV atau AIDS dapat menjadi alasan untuk tidak lolos tes medis.
  11. Malaria: Malaria yang tidak terkontrol atau risiko tinggi terhadap penyakit ini dapat mempengaruhi hasil tes.
  12. TBC: Infeksi tuberkulosis aktif yang belum sembuh dapat menjadi alasan untuk tidak lolos tes medis.
  13. Kondisi kejiwaan dan neurologis: Gangguan kejiwaan atau kondisi neurologis tertentu dapat mempengaruhi kelulusan tes medis.
  14. Obesitas: Obesitas yang parah dan mempengaruhi kesehatan secara signifikan dapat menjadi hambatan dalam tes medis.
  15. Cacat fisik seperti buta atau tuli: Kondisi fisik yang menghambat kemampuan untuk menjalankan tugas pekerjaan tertentu dapat mempengaruhi kelulusan tes.

Penting untuk dicatat bahwa setiap perusahaan memiliki kebijakan dan kriteria kesehatan yang berbeda, sehingga penyebab gagal tes medical check-up dapat bervariasi antara satu perusahaan dengan yang lainnya.

Baca juga: Harga Menu Rocket Chicken : Paket Makanan & Minuman.

Kesimpulan

Dari penjelasan Biayaharga.com di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya medical check-up di puskesmas jauh lebih terjangkau daripada di rumah sakit. Namun, kami menyarankan untuk menyediakan dana yang lebih dari estimasi tersebut sebagai tindakan pencegahan jika biaya tersebut berubah secara tiba-tiba.

Demikianlah penjelasan mengenai rincian biaya medical check-up di puskesmas beserta jenis-jenis pemeriksaannya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan dapat menjadi panduan bagi Anda ketika hendak menjalani medical check-up di puskesmas terdekat.

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.