√ Biaya Transplantasi Ginjal 2023: Umum & BPJS

Biaya Transplantasi Ginjal – Seperti yang kita ketahui, ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh manusia. Pasangan organ ini memiliki peran yang vital dalam menyaring dan mengeluarkan zat-zat sisa, cairan, mineral, dan racun yang terdapat dalam tubuh melalui urine.

Ketika fungsi ginjal menurun, seperti pada kondisi gagal ginjal, zat-zat yang seharusnya dikeluarkan akan menumpuk di dalam tubuh, menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal perlu mendapatkan terapi khusus guna menjaga kesehatannya.

Ketika fungsi ginjal dalam tubuh seseorang menurun dengan parah, cuci darah atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CPAD) tidak lagi dapat menangani kerja ginjal yang optimal. Oleh karena itu, transplantasi ginjal dianggap sebagai pilihan terbaik dalam mengatasi masalah tersebut, karena dapat memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Di Indonesia, saat ini transplantasi ginjal telah dilakukan di beberapa rumah sakit, baik bagi pasien umum maupun peserta BPJS. Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai besaran biaya transplantasi ginjal di rumah sakit beserta prosedur pelaksanaannya untuk memberikan panduan yang lebih baik.

Harap dicatat bahwa biaya dan prosedur dapat berbeda antara rumah sakit satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan rumah sakit yang bersangkutan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan terkini mengenai biaya dan prosedur transplantasi ginjal di tempat yang Anda pilih.

Indikasi Transplantasi Ginjal

Sumber gambar: Siloam Hospitals

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, transplantasi ginjal dilakukan pada seseorang yang didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir. Kondisi ini terjadi ketika fungsi ginjal sangat menurun dan terjadi penumpukan racun dalam tubuh pasien.

Penurunan fungsi ginjal dalam tubuh seseorang juga dapat menunjukkan beberapa gejala atau indikasi penyakit. Oleh karena itu, sebelum membahas lebih lanjut mengenai biaya transplantasi ginjal, berikut ini adalah beberapa indikasi penyakitnya:

  1. Penumpukan cairan dalam tubuh, seperti pembengkakan pada lengan, tungkai, dan paru-paru, yang menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh, sesak napas, dan produksi urine yang menurun.
  2. Mual dan muntah.
  3. Nafsu makan menurun.
  4. Kulit pucat dan kering.
  5. Gatal-gatal.
  6. Mudah merasa lelah.
  7. Mudah terbentuk memar.
  8. Nyeri pada otot, sendi, atau tulang.
  9. Kehilangan konsentrasi dan penurunan kesadaran.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini atau memiliki kekhawatiran terkait kondisi ginjal Anda, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Penyebab Gagal Ginjal

Prosedur transplantasi ginjal menjadi salah satu opsi bagi seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal stadium akhir. Penyakit gagal ginjal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal ginjal kronis:

  1. Diabetes tipe 1 atau tipe 2.
  2. Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  3. Glomerulonefritis.
  4. Lupus.
  5. Sindrom hemolitik uremik.
  6. Anemia sel sabit.
  7. Penyakit asam urat.
  8. Rheumatoid arthritis.
  9. Beberapa jenis kanker seperti multiple myeloma, limfoma, dan renal cell carcinoma.
  10. Infeksi HIV.
  11. Gangguan aliran urine, misalnya akibat penyakit batu saluran kemih.
  12. Penyakit ginjal polikistik.

Penting untuk diingat bahwa faktor-faktor ini hanya meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal ginjal kronis, namun bukan berarti semua orang dengan kondisi tersebut akan mengalami gagal ginjal. Jika Anda memiliki salah satu kondisi ini atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, penting untuk menjaga kesehatan ginjal dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk evaluasi dan tindak lanjut yang tepat.

Prosedur Operasi Transplantasi Ginjal

Sumber gambar: Nusantara Palestina Center

Selain mengetahui biaya transplantasi ginjal di rumah sakit Indonesia, penting untuk memahami prosedur pelaksanaannya. Transplantasi ginjal melibatkan operasi yang dilakukan bersamaan dengan pengambilan ginjal dari donor.

Namun, sebelum menjalani operasi transplantasi ginjal, pasien harus menjalani serangkaian tes, termasuk pemeriksaan golongan darah, tes jaringan, dan tes kecocokan darah (crossmatch). Untuk lebih memahaminya, berikut ini adalah prosedur operasi transplantasi ginjal yang perlu diperhatikan:

  1. Pasien diminta untuk mengganti pakaian dengan pakaian rumah sakit.
  2. Pasien diminta berbaring telentang di atas tempat tidur operasi.
  3. Dokter akan memberikan anestesi umum kepada pasien untuk membuatnya tidak merasakan apapun selama prosedur berlangsung.
  4. Dokter akan melakukan sayatan di bagian bawah perut pasien.
  5. Setelah ginjal dari donor diambil, dokter akan menempatkan ginjal tersebut ke dalam tubuh pasien tanpa mengeluarkan ginjal yang lama, kecuali jika ada infeksi atau keluhan nyeri sebelumnya.
  6. Pembuluh darah pada ginjal baru akan dihubungkan dengan pembuluh darah di perut pasien sehingga ginjal baru dapat menerima pasokan darah dan berfungsi dengan normal.
  7. Dokter juga akan menghubungkan saluran kemih (ureter) dari ginjal baru ke kandung kemih. Dalam beberapa kasus, dokter dapat memasang stent (tabung kecil khusus) di ureter baru untuk memperlancar aliran urine selama 6 hingga 12 minggu setelah transplantasi ginjal.
  8. Setelah ginjal terpasang dengan baik, dokter akan menjahit sayatan di perut pasien.
  9. Secara umum, prosedur transplantasi ginjal di rumah sakit membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Selama operasi, tekanan darah, detak jantung, dan kadar oksigen dalam darah pasien akan terus dipantau.

Prosedur ini memberikan gambaran umum mengenai transplantasi ginjal di rumah sakit. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan tim medis dan dokter yang bertanggung jawab untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan spesifik mengenai prosedur transplantasi ginjal sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Syarat Donor Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal dapat menjadi solusi medis bagi individu yang mengalami gangguan fungsi ginjal kronis. Kondisi kronis mengindikasikan bahwa masalah tersebut telah berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan cenderung memburuk.

Penanganan transplantasi ginjal untuk pasien dengan gagal ginjal melibatkan dua jenis prosedur, yaitu:

  1. Transplantasi dari donor yang masih hidup.
  2. Transplantasi dari pendonor yang telah meninggal dunia. Dalam hal ini, izin dari pihak keluarga atau pemegang wewenang atas jenazah diperlukan sebelum ginjal dapat diambil.

Sebelum menjalani operasi transplantasi, pasien yang akan menerima ginjal perlu menjalani tes untuk memastikan kecocokan antara ginjal donor dan penerima. Jika ada tanda-tanda penolakan oleh tubuh terhadap ginjal donor, prosedur transplantasi tidak dapat dilanjutkan.

Berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendonor transplantasi ginjal:

  1. Usia di atas 19 tahun.
  2. Tidak memiliki penyakit seperti PCOS, lupus, dan penyakit autoimun lainnya.
  3. Sehat secara fisik dan mental.
  4. Pendonor harus memiliki golongan darah yang sesuai dengan penerima.
  5. Tekanan darah harus dalam batas normal.
  6. Tidak menderita penyakit diabetes.
  7. Tidak menderita penyakit atau memiliki riwayat penyakit kanker.
  8. Memiliki berat badan ideal, dengan indeks massa tubuh (BMI) kurang dari 35.
  9. Tidak memiliki penyakit menular seksual seperti hepatitis B dan HIV.
  10. Kadar protein dalam urine tidak melebihi 300 mg per 24 jam.
  11. Tidak memiliki riwayat penggumpalan darah.
  12. Tidak pernah menderita penyakit ginjal seperti batu ginjal.

Bagi mereka yang berencana menjadi pendonor, penting untuk memahami efek yang mungkin terjadi dan bersedia memberikan ginjal secara sukarela.

Kondisi Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Transplantasi Ginjal

Proses sebelum menjalani transplantasi ginjal memang memerlukan waktu dan evaluasi yang mendalam untuk memastikan baik pendonor maupun penerima dalam kondisi yang baik.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum menjalani transplantasi ginjal:

  1. Pemeriksaan riwayat penyakit: Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat penyakit yang pernah diderita oleh pasien. Hal ini penting untuk mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh. Misalnya, pasien yang juga mengidap HIV akan memerlukan pertimbangan khusus terkait penggunaan imunosupresan yang diperlukan setelah transplantasi ginjal. Ini dikarenakan obat imunosupresan menekan sistem kekebalan tubuh, sementara penderita HIV membutuhkan sistem kekebalan yang optimal.
  2. Pemeriksaan kesehatan lengkap: Pasien akan menjalani pemeriksaan fisik dan tes darah yang komprehensif. Pemeriksaan ini meliputi pencitraan tubuh dan pemeriksaan psikologis. Tujuannya adalah untuk memastikan pasien dalam kondisi yang siap menjalani seluruh proses transplantasi ginjal.
  3. Pencocokan donor dan resipien ginjal: Dokter akan melakukan evaluasi dan penelitian untuk memastikan kesesuaian ginjal dari pendonor dengan penerima. Proses pencocokan meliputi pemeriksaan golongan darah dan kecocokan jaringan antara donor dan resipien. Pemeriksaan HLA juga dilakukan untuk memeriksa kesesuaian genetik antara pendonor dan resipien. Hasil pencocokan yang baik dapat mengurangi risiko penolakan organ transplantasi.

Proses sebelum transplantasi ginjal sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan keamanan tindakan tersebut. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meminimalkan risiko dan memastikan bahwa pasien dan pendonor siap menjalani prosedur tersebut

Biaya Transplantasi Ginjal

Sumber gambar: Universitas Airlangga

Setelah mengetahui beberapa indikasi dan penyebab gagal ginjal serta prosedur operasi transplantasi ginjal, penting juga untuk memahami besaran biaya administrasi yang terkait. Seperti halnya operasi usus buntu, biaya transplantasi ginjal dapat bervariasi di berbagai rumah sakit.

Saat ini, biaya transplantasi ginjal di rumah sakit Indonesia berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 300 juta. Beberapa rumah sakit mungkin menetapkan biaya operasi yang sedikit lebih tinggi, mencapai Rp 800 juta per tindakan.

Namun, ada kabar baik bahwa prosedur operasi transplantasi ginjal saat ini dapat dimanfaatkan melalui BPJS Kesehatan. Skema pertanggungan BPJS Kesehatan menanggung sekitar 85% biaya, sehingga membuat transplantasi ginjal menjadi lebih terjangkau.

Namun, untuk memanfaatkan fasilitas dan layanan dari BPJS Kesehatan, pasien harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan. Salah satu persyaratannya adalah bahwa baik pasien maupun pendonor harus menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Perlu dicatat bahwa biaya yang disebutkan di atas hanya perkiraan dan dapat berbeda antara rumah sakit satu dengan yang lainnya. Jadi, penting untuk berkonsultasi langsung dengan rumah sakit dan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai biaya dan persyaratan yang berlaku dalam kasus transplantasi ginjal.

Apakah BPJS Menanggung Biaya Transplantasi Ginjal?

Menurut laporan yang dipublikasikan di laman berisatu.com pada tanggal 12 Januari 2023, BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya transplantasi ginjal hingga mencapai Rp400 juta. Biaya ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan awal pasien, perawatan rawat inap, obat-obatan, tindakan operasi, hingga pemulihan pasca operasi.

Untuk memenuhi syarat tersebut, baik pasien maupun pendonor harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Selain itu, kedua belah pihak juga diharuskan untuk mengurus beberapa dokumen administrasi BPJS, seperti surat rujukan dan dokumen penting lainnya.

Informasi ini memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan transplantasi ginjal, karena BPJS Kesehatan akan memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk melaksanakan prosedur tersebut. Namun, penting untuk tetap berkonsultasi dengan BPJS Kesehatan dan rumah sakit terkait untuk memastikan persyaratan dan prosedur yang diperlukan dalam kasus transplantasi ginjal.

Efek Samping Transplantasi Ginjal

Meskipun operasi transplantasi ginjal dilakukan oleh dokter spesialis berpengalaman dan dianggap sebagai tindakan yang relatif aman, tetap ada risiko komplikasi dan efek samping yang mungkin dialami oleh pasien. Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi transplantasi ginjal:

  1. Penolakan ginjal baru oleh sistem kekebalan tubuh, yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal.
  2. Infeksi.
  3. Pembekuan darah.
  4. Pendarahan.
  5. Kehilangan atau penyumbatan saluran kemih dari ginjal baru ke kandung kemih pasien.
  6. Stroke.
  7. Serangan jantung.

Selain komplikasi yang terkait dengan operasi transplantasi ginjal, pasien juga dapat mengalami beberapa efek samping dari penggunaan obat imunosupresan, seperti:

  1. Jerawat.
  2. Kenaikan berat badan.
  3. Penurunan kepadatan tulang (osteoporosis).
  4. Diabetes.
  5. Hipertensi.
  6. Kadar kolesterol tinggi.
  7. Tremor.
  8. Risiko lebih tinggi terkena infeksi.

Penting bagi pasien untuk memahami bahwa komplikasi dan efek samping ini dapat bervariasi dari individu ke individu. Penting untuk berdiskusi dengan dokter yang merawat untuk pemantauan dan manajemen yang tepat terhadap risiko dan efek samping yang mungkin timbul setelah operasi transplantasi ginjal.

Apakah Gagal Ginjal Kronis Masih Bisa Sembuh?

Benar, penanganan gagal ginjal kronis bertujuan untuk mengurangi gejala dan efek yang muncul akibat penumpukan limbah dalam tubuh.

Secara umum, ada tiga tahap pengobatan gagal ginjal:

  1. Pemberian obat: Tahap ini dilakukan pada awal deteksi gagal ginjal. Pemberian obat bertujuan untuk meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Obat yang diberikan bergantung pada kondisi pasien, seperti obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah, mengurangi pembengkakan, atau mengendalikan produksi hormon tubuh.
  2. Cuci darah rutin: Tahap ini diperlukan ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun. Cuci darah atau dialisis dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah dan menghilangkan limbah serta kelebihan cairan dari tubuh. Cuci darah dapat dilakukan secara rutin, baik dengan metode hemodialisis (menggunakan mesin) maupun peritoneal dialisis (melalui rongga perut).
  3. Transplantasi ginjal: Tahap ini dilakukan jika fungsi ginjal sudah sangat menurun dan cuci darah tidak dapat memenuhi kebutuhan pasien. Transplantasi ginjal merupakan prosedur di mana ginjal yang sehat dari pendonor ditransplantasikan ke tubuh pasien. Transplantasi ginjal dapat memberikan kemungkinan pemulihan fungsi ginjal yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pencegahan sangat penting dalam mencegah gagal ginjal kronis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan termasuk menjaga pola makan sehat, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, tidak merokok, berolahraga secara teratur, mengontrol tekanan darah dan gula darah, serta menjaga berat badan yang sehat. Penting juga untuk menghindari penggunaan obat-obatan tertentu yang berisiko merusak ginjal dan mengonsultasikan dokter secara teratur untuk memantau kesehatan ginjal.

Baca juga: Biaya Perpanjang SIM Keliling : Syarat & Cara Mengurus.

Rumah Sakit Transplantasi Ginjal

Di Indonesia, terdapat 10 rumah sakit yang menyediakan tindakan operasi transplantasi ginjal kepada pasien-pasiennya. Berikut adalah daftar rumah sakit tersebut:

  1. RSUD DR. Zainoel Abidin Banda Aceh.
  2. RSU Adam Malik Medan.
  3. RSUP DR. M. Jamil Padang.
  4. RSUP Dr. M. Hoesin Palembang.
  5. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.
  6. RSUP DR. Kariadi Semarang.
  7. RSUP DR. Sardjito Yogyakarta.
  8. RSUD DR. Soetomo Surabaya.
  9. RSUD DR. Saiful Anwar Malang.
  10. RSUP Sanglah Denpasar.

Rumah sakit-rumah sakit ini memiliki tim medis dan fasilitas yang memadai untuk melakukan tindakan operasi transplantasi ginjal. Namun, penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter dan rumah sakit terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci mengenai prosedur, persyaratan, dan ketersediaan layanan transplantasi ginjal di masing-masing rumah sakit tersebut.

Baca juga: Biaya Medical Check Up : Pengertian, Manfaat, Prosedur, Tips.

Kesimpulan

Semoga informasi dari Biayaharga.com mengenai biaya transplantasi ginjal di rumah sakit Indonesia, prosedur tindakan, serta risiko dan efek sampingnya dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para pembaca. Tentu saja, keputusan untuk menjalani operasi transplantasi ginjal harus didiskusikan secara mendalam dengan tim medis yang kompeten dan berpengalaman. Semoga pasien yang membutuhkan dapat memperoleh perawatan yang tepat dan sukses dalam proses transplantasi ginjal mereka di rumah sakit Indonesia.

Photo of author

Abbas

Saya, Abbas, gemar mengamati harga barang dan suka menghemat uang sejak kecil. Kini, sebagai penulis blog, saya berbagi tips tentang harga dan biaya.